Naskah Khutbah: Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah SWT

KHUTBAH JUMATKEISLAMAN

Kyai Syarif Hidayatullah,SHI,C.LQ, C.SQM

10/30/20264 min read

QUBACA.COM - Naskah khutbah berjudul MERAWAT ALAM, MENGHORMATI MAKHLUK ALLAH. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh Kyai Syarif Hidayatullah,SHI,C.LQ, C.SQM. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!

KHUTBAH PERTAMA

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَلِيمِ الْخَبِيرِ، السَّمِيعِ الْبَصِيرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ،

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: هُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ فِى الْاَرْضِۗ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهۗ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اِلَّا مَقْتًاۚ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ اِلَّا خَسَارًا.

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah!

Sebagai wujud syukur kita kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang tak terhingga yang dianugerahkan kepada kita; baik nikmat sehat wal afiyat, nikmat panjang umur, nikmat istiqamah dalam beribadah kepada Allah, nikmat berpegang kepada Sunnah-sunnah Rasul-Nya, dan nikmat yang terbesar yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat iman dan islam marilah terus kita tingkatkan ibadah agar semakin berkualitas.

Dengan adanya nikmat iman dan islam tersebut, sekecil atau sedikit apapun yang kita lakukan dalam bentuk kebaikan dan ketaatan akan berarti di sisi Allah, namun sebaliknya tanpa adanya nikmat iman dan islam yang Allah karuniakan, sebanyak dan sebesar apapun kebaikan yang kita lakukan maka tidak akan bernilai di sisi Allah Swt, Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ ﴿الأنبياء: ٩٤﴾

"Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya."

Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita berusaha dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan , juga kita tingkatkan kualitas pemahaman ilmu agama kita, agar ibadah kita mendapatkan predikat ibadah yang sah, ibadah yang terpenuhi syarat dan rukunnya yang diterima Allah Swt, sebagaimana perkataan Ibnu Ruslan dalam kitab Zubadnya:

فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Maka setiap orang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, ibadahnya akan tertolak, tidak akan diterima”.

Dengan ketaqwaan dan amal shaleh yang kita lakukan, maka Allah akan senantiasa membersamai kita baik dalam bentuk pertolongan dan bantuan-Nya, dan jelas hal ini Allah nyatakan dalam firman-Nya:

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ ࣖ ۔ ١٢٨

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan".( QS. An Nahl [16] ayat 128 )

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah!

Syukur Alhamdulillah, kita semua hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari alam dan lingkungan yang telah Allah ciptakan sebagai amanah bagi kita. Kehadiran alam memungkinkan kita dan seluruh makhluk lain yang ada di muka bumi ini bisa melangsungkan hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Dalam menjaga lingkungan ini, Rasulullah telah memberi contoh konkret.

Pada zaman beliau, sudah ada sebuah kawasan khusus yang dilindungi untuk melestarikan lingkungan sekaligus bentuk konservasi alam. Kawasan tersebut bernama Hima, sebuah kawasan cagar alam di mana ada larangan merusaknya termasuk larangan menggembala onta dan kambing di dalamnya. Pada masa itu Nabi memerintahkan para sahabat untuk menjaga Kawasan Hima di sekitar Madinah guna melindungi lembah, padang rumput, dan tumbuhan yang ada di dalamnya. Kawasan ini tidaklah dimiliki oleh perorangan melainkan milik umum sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

لاَ حِمَى إِلاَّ لِلّٰهِ وَلِرَسُولِهِ

“Tidak ada hima’ kecuali milik Allah dan rasul-nya.”

Rasulullah pun menyebut bahwa kawasan Hima yang di dalamnya dipenuhi dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan vegetasi sebagai daerah atau tempat tinggal yang paling menyenangkan jika saja tidak banyak ular di dalamnya.

Ini menggambarkan bahwa daerah hijau penuh dengan tumbuh-tumbuhan menjadi idaman untuk menjadi tempat tinggal di tengah gersangnya Kawasan jazirah Arab. Sehingga sudah sepatutnya kita bangsa Indonesia yang tinggal di daerah tropis dan dianugerahi dengan kesejukan udara serta banyak pepohonan untuk senantiasa bersyukur dengan menjaga alam ini.

Jangan sampai kita merusak alam sekitar yang nyaman kita tempati ini dengan perilaku buruk seperti menebang pohon, membuang sampah sembarangan, dan aktivitas lain yang bisa menggangu keseimbangan alam. Allah sudah mengingatkan manusia jika merusak alam dengan sebuah bencana yang akan dirasakan akibat ulahnya. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah!

Dalam Tafsir Al-Munir juz 9 halaman 105, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa kerusakan tersebut adalah ketidakseimbangan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kekeringan, musim paceklik, berkurangnya tumbuhan, merebaknya kebakaran, tenggelamnya sesuatu, perampasan harta secara zalim, hingga meluasnya mudarat dan berkurangnya manfaat.

Selain itu, ayat tersebut juga merupakan peringatan dari Allah agar kita semua senantiasa bisa menjaga alam ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Hal ini dilakukan demi terciptanya keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup semua makhluk, termasuk kita semua dan generasi yang akan datang.

Di sisi lain, Rasulullah saw juga menegaskan tentang pentingnya menjaga dan merawat alam dengan menyebutnya sebagai bagian dari amal kebaikan yang bernilai ibadah.

Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya." (HR Bukhari Muslim)

Menurut Imam Al-Munawi dalam kitab Faidul Qadir, juz 5, halaman 633, hadits tersebut menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Setiap Muslim yang menanam tanaman atau pohon, kemudian tanaman atau pohon itu dimanfaatkan oleh burung, manusia, atau hewan, maka semua itu dicatat sebagai sedekah bagi orang yang menanamnya.

Bahkan jika hasil tanaman itu dicuri, tetap bernilai pahala bagi penanamnya. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam sangat menekankan pentingnya merawat dan melestarikan alam dan lingkungan. Setiap sesuatu yang bisa memberi manfaat bagi makhluk hidup akan kembali menjadi amal kebaikan. Dengan demikian, menjaga alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan pahala di akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah!

Menjaga alam merupakan investasi masa depan yang sangat bermanfaat bagi peradaban. Bukan hanya bisa menjadikan keberlangsungan masa depan yang lebih baik, menjaga alam juga merupakan wujud menjaga hubungan baik dengan alam yang akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Bukan hanya dalam bentuk yang besar, hal kecil dalam menjaga keseimbangan alam pun juga akan mendapatkan balasan pahala dari Allah. Seperti menyingkirkan duri di tengah jalan. Rasulullah bersabda:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيْقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللّٰهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

“Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan dahan berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Demikian khutbah Jumat singkat ini, semoga kita semua dapat menjalankan amanah ini dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan penuh keberkahan bagi kita semua dan bagi generasi yang akan datang. Aamiin yaa Rabbal Aalamin

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ

، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَ على آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ