Naskah Khutbah Jumat: Jihad Santri Jayakan Negeri

Naskah khutbah berjudul Jihad Santri Jayakan Negeri. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh KH.A.ROGHOB ALFATIRY. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!

KHUTBAH JUMAT

KH. A. Roghob Alfatiry

10/23/20263 min read

QUBACA.COM - Naskah khutbah berjudul Jihad Santri Jayakan Negeri. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh KH.A.ROGHOB ALFATIRY. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!

KHUTBAH PERTAMA

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِينَ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ:

وَمَا كَانَ المُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ [التوبة: 122]

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,

Melalui mimbar ini khatib berwasiat kepada kita semua, marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya , Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang beruntung di dunia dan akhirat.

Sidang Jumat rahimakumullah,

Dengan ketakwaan yang benar, kita bisa menjaga kedamaian dan persatuan di dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini. Dengan takwa juga kita senantiasa terus diberikan jalan keluar dari berbagai persoalan yang kita hadapi. Allah berfirman dalam surat Ath-thalaq ayat 2 dan 3 :

……..وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya : “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang dia tidak duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Q.S.Ath-Thalaaq [65] ayat: 2-3)

Maasyiral Musilimin yang berbahagia…

Tak terasa momentum besar telah tiba bahwa setiap tanggal 22 Oktober, bahkan hari ini sudah memasuki tanggal 23 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia dari penjajah melalui beberapa peran dan kontribusi, termasuk resolusi jihad yang digagas oleh K.H.Hasyim Asy’ari.

Hadirin, sidang Jumat rahimakumullah,

Bahwa perjuangan kyai yang harus dilanjutkan oleh santri adalah perjuangan untuk membela agama dan bangsa. Ketika zaman dahulu kiyai berjuang dengan mengangkat senjata melawan penjajah melalui resolusi jihad, maka santri saat ini harus berjuang dengan mengangkat pena dan segala fasilitas penyebaran ilmu untuk melawan kebodohan dan keterbelakangan bangsa dan negara.

Penetapan Hari Santri yang kita peringati setiap tahun adalah merupakan Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015. Hari Santri merupakan supremasi perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Saat itu Belanda membonceng tentara sekutu (Inggris) hendak kembali menduduki Indonesia dalam agresi militer Belanda II pasca kekalahan Jepang oleh sekutu setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Hal ini menunjukkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah akhir perjuangan. Justru perjuangan semakin tidak mudah ketika bangsa Indonesia harus menegakkan kemerdekaan karena upaya kolonialisme masih tetap ada. Ulama pesantren sudah melakukan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi perang senjata saat Jepang menyerah kepada sekutu.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Tantangan tak kalah berat adalah di era digitalisasi penggunaan medsos yang tanpa batas waktu sehingga tidak sedikit penggunaannya banyak unsur-unsur negatif seperti tindak kriminal, penyimpangan dan pelanggaran moral serta banyak sekali berita-berita yang memiliki dampak kepada perubahan perilaku sosial secara massif. Maka dalam mengatasi berbagai hal tersebut salah satu hal yang sangat dibutuhkan adalah konsistensinya peran santri. Terkait hal ini, sejalan dengan firman Allah dakam sutar At-taubah [9], ayat 122 :

۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ

Artinya, “Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi ( tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?”

Perjuangan bukan hanya dengan berperang secara fisik, melainkan perjuangan juga bisa dilakukan secara keilmuan, sehingga kemerdekaan dan kebebasan yang didapatkan masyarakat bukan sekedar kebebasan dari penjajah dalam bentuk fisik-jasmani dalam arti hanya manusianya, tetapi juga kebebasan dari segala bentuk kebodohan yang justru akan mengakibatkan sebuah bangsa semakin mundur dan hancur. Kemunduran bangsa akan terjadi apabila terjadi kemunduran akhlak serta moral.

Sidang Jum’at rahimakumullah,

Tugas perjuangan santri di masa depan adalah “berperang” menyampaikan ilmu yang didapatkannya kepada masyarakat luas untuk memerangi kebodohan mnasyarakat dan penyesatan ideologi keagamaan. Jika tentara membekali dirinya dengan kemampuan berperang dan menggunakan senjata perang, maka santri harus membekali diri dengan ilmu agama yang memiliki kompetensi dari para kiyai atau syekh. Hal ini ditegaskan Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab tafsir Al-Munir Fil ‘Aqidah Wasy Syari’ah Wal Manhaj, Juz II halaman 79 :

يَجِبُ أَنْ يَكُونَ الْمَقْصُودُ مِنَ التَّفَقُّهِ وَالتَّعَلُّمِ دَعْوَةَ الْخَلْقِ إِلَى الْحَقِّ، وَإِرْشَادَهُمْ إِلَى الدِّينِ الْقَوِيمِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ

Artinya, “Maksud dari memahami dan mempelajari ilmu agama harusnya adalah mengajak masyarakat kepada kebenaran dan membimbing mereka kepada agama yang lurus dan ajaran yang benar.”

Hadirin, sidang Jum’at rahimakumullah,

Tanggung jawab santri saat ini adalah memanfaatkan waktu mengenyam sebanyak-banyaknya ilmu dari para kiyai dan syekh, sehingga akan siap menjadi pelanjut kiyai di masa depan. Hal ini ditegaskan Nabi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi dalam kitab Musnad Ad-Darimi atu yang dikenal nama Sunan Ad-Darimi Juz I, halaman 308 :

عَنْ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ، قَالُوا: وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللّٰهِ وَفِينَا كِتَابُ اللّٰهِ؟! قَالَ: فَغَضِبَ، ثُمَّ قَالَ: ثَكِلَتْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ! أَوَلَمْ تَكُنِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمْ شَيْئًا؟! إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ، إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ

Artinya, “ Dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda : Ambillah ilmu sebelum pergi/hilang. Para sahabat bertanya, Bagaimana ilmu bisa pergi wahai Nabi, sedangkan Al-Quran masih bersama kami? Nabi bersabda : celakalah kalian, bukankah Taurat dan Injil masih ada bersama Bani Israil, tetapi tidak bermanfaat untuk mereka? Sesungguhnya perginya ilmu itu dengan cara meninggalnya para ulama. Sesungguhnya perginya ilmu itu dengan cara meninggalnya para ulama.”

Hadirin, sidang Jum’at rahimakumullah,

Dalam memperingati Hari Santri Nasional, tidak cukup dengan melakukan seremoni untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para kiyai dan santri di masa lalu, tetapi harus dengan melanjutkan perjuangan dan pengorbanan mereka demi menegakkan dan membangkitkan, memuliakan dan meninggikan Islam dan kejayaan nya serta kejayaan bangsa Indonesia,

Semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan dan kejayaan untuk seluruh bangsa Indonesia dengan berkah perjuangan dan pengorbanan santri dan kiyai…Amin Ya rabbal ‘alamin…

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ

، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَ على آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ