Khutbah Jum'at: Maulid Nabi dan 4 Sifat Rosulallah Bagi Para Pemimpin

Naskah khutbah Jum’at edisi 27 Agustus 2026 berjudul Maulid Nabi dan 4 sifat Rosulullah teladan bagi para pemimpin. Masih suasana robiul awwal sebagai bulannya Nabi saw

Achmad Hasanudin HR

8/27/20264 min read

QUBACA.COM - Naskah khutbah berjudul Maulid Nabi dan 4 Sifat Teladan Rosulallah Bagi Para Pemimpin. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh Achmad Hasanudin HR. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!


KHUTBAH PERTAMA

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَنْعَمَ عِبَادَهُ بِالْاِسْلَامِ وَالْاِيْمَانِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَا سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوُجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللّٰهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ.

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالٰى وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ.

قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Rohimakumullah.

Marilah kita jadikan pelaksanaan sholat Jum’at ini sebagai salah satu media untuk meningkatkan kembali kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa, dalam arti bagaimana kita berusaha dan berupaya sekuat tenaga untuk selalu melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dalam menjalani semua aktifitas dalam kehidupan kita sehar-hari, di manapun dan kapanpun kita berada. Karena taqwa adalah merupakan sebuah modal dan bekal utama bagi kita semua untuk meraih keselamatan dan kebahagian hidup di dunia yang fana dan sesaat ini dan dalam kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala:

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ

Artinya: “Sungguh, orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan” (An-Naba’ : 31)

Ya’ni, menurut Abu Laits As-Samarqondi dalam kitab Tanbihul Ghofilin ma’nanya adalah:

اَيْ نَجَاةً وَسَعَادَةً

“Keselamatan dan kebahagiaan”.

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Yang Berbahagia.

Saat ini kita tengah berada di salah satu bulan yang istimewa bagi kita ummat Islam, yaitu bulan Robi’ul Awal, di mana menurut pendapat yang shoheh ketika terbitnya fajar di hari Senin tanggal 12 bulan Robi’ul Awal tahun gajah pada lebih dari 14 abad yang lalu inilah dilahirkannya baginda nabi besar Muhammad, SAW karena itu mayoritas ummat Islam di Indonesia bila telah memasuki bulan Robi’ul Awal ini banyak yang mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi, SAW sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah dan rasa gembira atas kelahiran beliau. Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dari sayyidah A’isyah dikatakan:

عَبْدِيْ لَمْ تَشْكُرْنِيْ إِذَا لَمْ تَشْكُرْمَنْ أَجْرَيْتُ النِّعْمَةَ عَلَى يَدَيْهِ

“Wahai hamba-Ku! Kamu tidak akan bisa bersyukur kepada-Ku selagi kamu tidak berterimakasih atas orang yang Aku telah menjalankan ni’mat melalui kedua tangannya.”

Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa nabi besar Muhammad, SAW adalah seorang perantara yang mulia bagi kita dalam memperoleh limpahan ni’mat dan karunia dari Allah, SWT karena beliau telah diutus oleh Allah ke dunia ini sebagai rahmat bagi semesta alam. Sebagaimana firman-Nya:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (wahai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya : 107)

Karena itu di momen bulan Robi’ul Awal ini, sebagai wujud ungkapan rasa syukur kita kepada Allah dan rasa gembira kita atas kelahiran nabi besar Muhammad, SAW. Di bulan ini, maka dalam khutbah Jum’at singkat ini khotib akan menyampaikan sebuah judul : “Maulid Nabi Dan 4 Sifat Teladan Rosulullah Bagi Para Pemimpin.”

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Yang Dirahmati Allah.

Memperingati Maulid Nabi, SAW. Bukan hanya sebatas bertujuan menjaga tradisi baik atau Bid’ah Hasanah yang selama ini telah dilakukan, akan tetapi salah satu dari hikmah dan tujuan dari memperingati Maulid Nabi adalah agar kita bisa membuka kembali lembaran sejarah kehidupan beliau yang mulia untuk kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan agar kita bisa memperoleh limpahan rahmat Allah SWT. Sebagaimana telah diingatkan melalui firman-Nya :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

(QS. Al-Ahzab : 21)

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan:

هَذِهِ الْآ يَةُ الْكَرِيْمَةُ أَصْلٌ كَبِيْرٌ فِى التَّأَسِّبْ بِرَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى اَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ وَاَحْوَالِهِ

“Ayat yang mulia ini menjadi dalil asal yang besar dalam meneladani Rosulullah, SAW. dalam semua ucapan beliau dan perbuatan serta perilaku beliau.”

Dan termasuk di dalamnya ucapan dan perbuatan serta perilaku beliau Rosulullah, SAW. bisa menjadi suri teladan bagi para pemimpin dalam melaksanakan amanah tugas kepemimpinannya, karena sejarah mencatat ketika beliau berhijrah ke Madinah, beliau bukan hanya sebatas menjadi seorang Nabi dan Rosul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi beliau juga menjadi seorang pemimpin sejati dalam berbagai aspek kehidupan di Madinah dan terkenal dengan lahirnya piagam Madinah yang menyatukan berbagai suku, golongan dan agama.

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Rohimakumullah.

Ada empat sifat wajib bagi Rosulullah yang kita kenal selama ini, yaitu; Shiddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh. Ke empat sifat Rosulullah, SAW. yang beliau pegang teguh ini memainkan peran penting dalam membentuk kepemimpinan beliau yang sukses dan diakui secara luas, yang sepatutnya diteladani oleh setiap pemimpin dalam melaksanakan amanah tugas kepemimpinannya, meskipun kita tidak akan pernah bisa persis sama dengan beliau Rosulullah, SAW. tapi setidaknya kita telah berusaha untuk mencontoh teladan yang telah beliau praktekan dalam kehidupan beliau.

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Yang Dirahmati Allah.

Sifat yang pertama yang dipegang teguh oleh Rosulullah, SAW. adalah Shiddiq yang berarti jujur dan benar. Seorang pemimpin yang jujur dan benar menjadi dasar yang kuat bagi kepercayaan rakyatnya. Kepemimpinan yang jujur dan benar akan membangun kepercayaan yang mendalam di antara pemimpin dan rakyat yang dipimpinnya.

Sifat yang ke dua yang dipegang teguh oleh Rosulullah, SAW. adalah Amanah, yang berarti bertanggung jawab. Pemimpin yang amanah akan dihormati dan diikuti oleh rakyatnya, karena mereka yakin bahwa seorang pemimpin yang amanah akan selalu menjaga dan melindungi kepentingan dan hak-hak mereka sebagai rakyat.

Sifat yang ke tiga yang dipegang teguh oleh Rosulullah, SAW. adalah sifat Fathanah yang berarti cerdas, intelek dan berpikiran maju. Seorang pemimpin yang memiliki sifat Fathanah mampu berpikir jauh kedepan , memahami konteks waktu dan tempat, serta mengambil keputusan yang bijaksana untuk kebaikan dan kemashlahatan rakyat yang dipimpinnya.

Sifat yang ke empat yang dipegang teguh oleh Rosulullah, SAW. adalah Tabligh yang berarti menyampaikan amanah. Dalam konteks kepemimpinan, sifat tabligh yang dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup kemampuan untuk menyampaikan visi, misi dan kebijakan dengan jelas dan efektif kepada rakyatnya.

Inilah empat sifat yang dipegang teguh oleh Rosulullah, SAW. dalam setiap ucapan, perbuatan dan tingkah laku beliau dalam kehidupannya yang sepatutnya diteladani oleh setiap pemimpin dalam melaksanakan tugas amanah kepemimpinannya agar terwujud konsep yang sesuai kaedah :

تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ

“Kebijakan imam/pemimpin bagi rakyatnya harus berdasar mashlahah.”

Ma’asyirol Muslimin Jama’ah Sholat Jum’at Rohimakumullah.

Sebagai penutup dari khutbah singkat ini, saya mengajak diri saya dan jama’ah sholat Jum’at sekalian, mari kita jadikan momen peringatan maulid Nabi Muhammad, SAW. ini menjadi momen bagi kita untuk mebaca kembali sejarah kehidupan beliau yang mulia dan menjadikan beliau sebagai teladan bagi kita dalam kehidupan kita sehari-hari, karena sejatinya kita ini semua adalah pemimpin dalam kehidupan, hanya saja dalam jenjang yang berbeda dan kita semua pasti akan dimintakan pertanggungjawabannya nanti dihadapan Allah SWT. Sebagaimana yang telah diingatkan melalui sabda Nabi SAW.:

اَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya….”

(HR. Abu Daud dari Abdullah ibnu ‘Umar)

Akhirnya, semoga Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, selalu melimpahkan rahmat dan taufiq serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa selalu meneladani ucapan, perbuatan dan perilaku kehidupan Rosulullah. SAW. dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita bisa memperoleh limpahan rahmat dan keridhoan-Nya di dunia ini dan di akhirat nanti. Amiiin.

أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

Artinya: “Dan barangsiapa yang ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An-Nur : 52)

Ya’ni; Orang-orang yang akan memperoleh semua kebaikan dan selamat dari semua keburukan di dunia dan akhirat.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ

، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَ على آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ