Khutbah Jumat: Keistimewaan dan Amalan Sunnah di Bulan Rabiul Akhir

KHUTBAH JUMAT

KH. Misbahul Munir, S.Ag.,MM

9/18/20263 min read

QUBACA.COM - Naskah khutbah Jumat berjudul Keistimewaan dan Amalan Sunnah di Bulan Rabiul Akhir. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh KH. Misbahul Munir, S.Ag.,MM. Semoga naskah khutbah Jumat ini bermanfaat!
KHUTBAH PERTAMA

ورحمة الله ويركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَاالْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، إِتَّقُوْااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّاوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى :أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ

Sidang Jum’at yang berbahagia

Ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. menjadi pembuka yang sangat tepat untuk senantiasa memperbarui komitmen keimanan melalui wasiat takwa yang hakiki dalam kehidupan sehari-hari. Hakikat takwa yang sebenarnya dijalankan melalui konsep imtitsalul awamir wajtinabun nawahi, yakni sebuah upaya sadar dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan segala perintah Allah Swt. sekaligus menjauhi segala larangan-Nya tanpa terkecuali.

Dengan memegang teguh prinsip tersebut, setiap langkah dan perilaku kita akan senantiasa selaras dengan petunjuk Al-Qur'an yang mulia. Konsistensi dalam menjalankan ketaatan ini insya Allah akan mengantarkan kita pada golongan hamba-hamba yang bertakwa, yang tidak hanya selamat di akhirat kelak, tetapi juga merasakan ketenteraman hidup yang sejati di dunia. Melalui wasiat takwa ini, mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam membimbing diri untuk terus berada di jalan yang diridhai-Nya.

Hadirin Rohimakumullah

Bulan Rabiul Akhir adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain memiliki beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, bulan ini juga merupakan bulan yang baik dan dianjurkan melakukan amalan-amalan sunnah:

Pertama, Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kita bisa melakukan hal ini dengan lebih khusyuk dalam beribadah, memahami makna ibadah yang kita lakukan, dan berusaha untuk mengerjakannya secara sempurna. Selain itu, untuk meningkatkan kedekatan pada Allah Swt. bisa juga dengan membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah untuk umat manusia. Membaca Al-Qur'an dapat membantu kita untuk lebih memahami ajaran Islam dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selanjutnya, sebagai upaya mengisi keimanan dan kedekatan kita kepada Allah adalah berdzikir. Dzikir adalah kegiatan mengingat Allah. Berdzikir dapat dilakukan dengan cara membaca tasbih, tahlil, dan berbagai macam zikir lainnya. Dzikir dapat membantu kita untuk lebih tenang dan damai, serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Firman Allah:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS Al-Baqarah: 152)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kedua, memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw,

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam kitab Kanzun an-Najah wa al-Surur, menyatakan bahwa terdapat pelbagai keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw, salah satunya mendapatkan rahmat dari Allah Swt. Shalawat merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ia menyebutkan bahwa: "Ketahuilah bahwa dianjurkan pada bulan ini untuk memperbanyak melakukan puasa sunnah dan membaca shalawat kepada pemimpin umat Nabi Muhammad saw”
Ketika kita membaca shalawat, kita sedang berdoa kepada Allah untuk melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada Nabi Muhammad saw. Dan Allah telah berjanji bahwa barang siapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad, maka Ia akan melimpahkan rahmat-Nya kepadanya sebanyak sepuluh kali lipat.
Dan orang yang senantiasa membaca shalawat, akan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad saw. Syafaat adalah pertolongan dari Nabi Muhammad di hari kiamat. Nabi Muhammad saw. telah bersabda bahwa orang yang paling berhak mendapat syafaatnya adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadanya. Dalam sebuah hadits dinyatakan:

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

Artinya : “ Manusia yang paling berhak terhadapku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat terhadapku “
(H.R atTirmidzi, dinyatakan hasan li ghoirihi oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ketiga, Puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam setiap bulannya menurut penanggalan Hijriah. Penamaan Ayyamul Bidh sendiri diambil dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti "hari-hari putih", sebuah sebutan yang lahir karena pada malam-malam tersebut cahaya bulan purnama bersinar dengan sangat terang dan memancarkan pendar putih di langit malam. Mengingat status hukumnya sebagai sunnah muakkad, amalan ini memiliki kedudukan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. bagi umat Islam untuk dirutinkan setiap bulannya sebagai pelengkap ibadah wajib.

Rasulullah sendiri sering melakukan puasa ini:

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ فِيْ حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)

Artinya; “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah Saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’.”

(HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).

Melalui riwayat tersebut, Ibnu Abbas r.a. merekam sebuah keteladanan agung dari Rasulullah saw yang senantiasa menjaga konsistensi puasa Ayyamul Bidh dalam setiap kondisi kehidupannya, baik saat berada di rumah maupun ketika sedang melakukan perjalanan jauh. Kesetiaan Baginda Nabi dalam merutinkan ibadah sunnah ini menegaskan betapa istimewanya kedudukan puasa pada pertengahan bulan hijriah tersebut. Hal ini sekaligus memberikan pesan mendalam kepada umatnya bahwa kesibukan rutinitas harian ataupun safar bukanlah suatu halangan untuk meninggalkan amalan mulia, melainkan momentum untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan mencontoh langsung kebiasaan sang suri teladan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Selain berbagai amalan sunnah utama yang telah disebutkan, umat Islam juga memiliki kesempatan luas untuk memperbanyak pundi-pundi kebaikan lainnya sepanjang bulan Rabiul Akhir. Momentum penuh berkah ini dapat diisi dengan memperdalam interaksi bersama Al-Qur'an melalui tilawah dan tadabbur harian, merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang demi memperluas pintu rezeki dan keberkahan usia, serta menghidupkan majelis-majelis taklim untuk terus menuntut ilmu agama yang bermanfaat.

Segala ikhtiar kebaikan tersebut menjadi sarana pendukung yang efektif untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan taufik, hidayah, serta kesehatan kepada kita semua untuk memanfaatkan bulan Rabiul Akhir ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kita mampu meningkatkan kualitas amal ibadah serta meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan di sisi-Nya.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّي وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ

، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَ على آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ