Khutbah Jumat: Belajar dari Peristiwa Penting di Bulan Robi'ul Akhir
Naskah khutbah berjudul BELAJAR DARI PERISTIWA PENTING PADA ROBI’UL AKHIR. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh Drs. KH. AMIN MUNAWAR, MA. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!
KHUTBAH JUMAT
Drs. KH. AMIN MUNAWAR, MA.
9/25/20264 min read


QUBACA.COM - Naskah khutbah berjudul BELAJAR DARI PERISTIWA PENTING PADA ROBI’UL AKHIR. Naskah lengkap khutbah Jumat ini ditulis oleh Drs. KH. AMIN MUNAWAR, MA. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat!
KHUTBAH PERTAMA
الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا سُبُلَ السَّلَامِ وَأَفْهَمَناَ بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ ذُوالْجَلَالِ وَالْاِ كْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَلّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّ يْنِ.
أَمَّا بَعْدُ : فَيٰٓاَيُّهَا الْإِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَي اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
قاَلَ تَعَالٰى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَي فِي sالْقُرْآنِ الْكَرِيْم : هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ
Para hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Melalui mimbar khutbah jumat singkat siang hari ini, marilah kita hubungkan jiwa dan raga kita kepada Allah SWT, karena atas segala limpahan anugrah dan percikan rahmat, serta karunia Allah yang senantiasa dicurahkan kepada kita, yang Alhamdulillah sampai kepada detik yang berbahagia ini, tiada kata yang paling indah yang dapat kita ucapkan dan tiada ungkapan yang paling indah yang dapat kita ungkapkan, melainkan ucapan dan ungkapan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, kita dapat duduk simpuh penuh dengan hidmat, ikhlas dan rela meninggalkan semua dan segala aktifitas kita, kesibukan kita, waktu istirahat kita, tugas pokok penting dan lainnya, semua kita tinggallkan, dengan niat suci, langkah suci, dan pakaian kia serba suci, kemudian kita tundukan kepala kita di tempat yang suci dan mulia ini dalam rangka berdialog langsung dengan yang Maha Suci melalui sholat jumat di siang hari ini.
Dengan harapan semoga sholat jumat kita dan termasuk ibadah-ibadah lain, baik sunah maupun fardu senantiasa diterima Allah SWT. Dan semoga sholawat serta salam senantiasa dilimpahkan kepada kepada junjungan nabi besar Muhammad saw, juga kepada keluarga, dan kepada para sahabatnya, serta kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat baik mereka yang masih hidup maupun yang telah mendahului kita.
Para hadirin siding jumat yang dirahmati Allah SWT
Khatib kali ini akan menyampaikan dengan tema “Belajar dari peristiwa penting pada robi’ul akhir”.
Bulan Robi’ul Akhir bukanlah bulan biasa dan juga bukan sekedar bulan, akan tetapi bulan Robi’ul Akhir adalah bulan yang mengandung sejarah, bulan yang mengandung nilai historis, bulan yang tidak akan pernah terlupakan oleh umat islam karena betapa pentingnya peristiwa yang terjadi pada bulan Rabi’ul Akhir.
Bulan Robi’ul Akhir menyimpan sejarah penting seperti turunnya Surat Al-Hasyr, Perang Buhran, dan wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Pelajaran utamanya adalah kewaspadaan terhadap pengkhianatan, pentingnya persatuan, ketegasan dalam kebenaran, serta keadilan memimpin. Bulan ini memotivasi umat untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban yang berkeadilan.
1. Pentingnya mengambil pelajaran pada Robi’ul Akhir.
Hal ini memberikan ketegasan bahwa betapa pentingnya mengambil pelajaran dari bulan Rabiul Akhir, bulan yang penuh sejarah penting. Peristiwa utamanya mencakup turunnya Surat Al-Hasyr, pengusiran Yahudi Bani Nadhir, dan pengutusan Khalid bin Al-Walid oleh Nabi Muhammad SAW. Hikmah utamanya adalah pentingnya persatuan umat dan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan.
2. Kewaspadaan terhadap penghianatan.
Turunnya Surat Al-Hasyr: Peristiwa besar di bulan ini adalah turunnya surat Al-Hasyr. Surat ini diwahyukan berkaitan dengan pengusiran kaum Yahudi bani Nadhir dari Madinah setelah mereka berkhianat dan mencoba membunuh Nabi. Ini mengajarkan kita untuk waspada terhadap munafik dan pengkhianatan dari dalam (musuh dalam selimut).
Allah berfirman : (QS: AL-Hasyr: 2)
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمْ لِأَوَّلِ ٱلْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا۟ ۖ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا۟ ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِأَيْدِيْهِمْ وَأَيْدِى ٱلْمُؤْمِنِيْنَ فَٱعْتَبِرُوا۟ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَبْصَٰرِ
Artinya: Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
Turunnya Surah Al-Hasyr (Pengusiran)
a. Peristiwa: Turun sebagai teguran atas pengkhianatan kaum Yahudi Bani Nadhir yang berupaya membunuh Rasulullah SAW.
b. Hikmah: Umat Islam belajar untuk selalu waspada (intelijen/analisis situasi) dan menjaga persatuan kaum muslimin, serta meyakini bahwa tipu daya musuh akan dikembalikan kepada mereka.
3. Perang Buhran (Perang Al-Ghabah)
a. Peristiwa: Ekspedisi militer yang terjadi di wilayah Buhran pada tahun 3 Hijriah.
b. Hikmah: Pentingnya kesiapsiagaan (kesiagaan fisik dan strategi) dalam membela diri dan menjaga keamanan komunitas.
4. Pengutusan Khalid bin Walid ke Bani Al-Harits
a. Peristiwa: Rasulullah SAW mengutus Khalid bin Walid untuk berdakwah, yang menghasilkan masuk Islamnya Bani Al-Harits di tahun 10 Hijriah.
b. Hikmah: Keutamaan berdakwah dengan hikmah (kebijaksanaan) dan pentingnya figur pemimpin yang tegas namun santun dalam menyampaikan kebenaran.
Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz
a. Peristiwa: Wafatnya pemimpin yang dikenal sangat adil dan sederhana, sering disebut sebagai Khulafaur Rasyidin kelima.
b. Hikmah: Meneladani kepemimpinan yang jujur, amanah, dan mementingkan rakyat di atas kepentingan pribadi.
Rabiul Akhir mengajarkan umat Islam untuk menyeimbangkan antara peningkatan spiritual (ibadah) dan aksi nyata (perjuangan/dakwah) dalam kehidupan sehari-hari.
Dakwah dengan Hikmah: Mencontoh Khalid bin Al-Walid dalam berdakwah.
Menambah Amalan: Mengisi bulan ini dengan memperbanyak dzikir, doa, dan sedekah.
Sudara ma’asyiral muslimin siding jumat yang dirahmati Allah SWT
Dari peristiwa yang terjadi di bulan Rabiul Akhir ini, mungkin kita bertanya-tanya, kenapa Nabi Muhammad sering melakukan peperangan?. Perlu diketahui, bahwa peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah bukan memulai perang. Namun peperangan yang dilakukan oleh Nabi adalah dalam rangka membela diri.
Saat di Makkah, Allah SWT malah memerintahkan Nabi untuk tidak melawan. Namun setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad dan pengikutnya diizinkan untuk berperang melawan orang-orang yang selama ini memerangi kaum Muslimin. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al Hajj ayat 39:
اُذِنَ لِلَّذِيۡنَ يُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّهُمۡ ظُلِمُوۡا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصۡرِهِمۡ لَـقَدِيۡرُ
Artinya: “Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka.”
Selain untuk membela diri, terjadinya peperangan di zaman Nabi adalah untuk memberi pelajaran terhadap musuh yang mencari gara-gara atau bersekongkol mengganggu umat Islam meskipun sudah ada perjanjian atau kerja sama. Peperangan ini adalah untuk melakukan penertiban atau penghukuman agar perjanjian yang telah dilakukan tidak dilanggar.
Peperangan di zaman nabi juga terjadi guna menggagalkan rencana musuh yang mengancam keselamatan kaum muslim.
Para Hadirin siding jumat yang dirahmati Allah SWT
Selain diizinkannya Nabi Muhammad berperang dalam rangka membela diri, Allah juga telah menurunkan firmanNya kepada Nabi Muhammad untuk menjadi pelindung semua golongan termasuk mereka yang berbeda agama. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 6:
وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَࣖ ٦
Artinya: ”Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.”.
Penting bagi kita untuk melihat masa lalu sebagai bekal untuk menghadapi masa depan. Kesuksesan yang terjadi dalam sejarah perlu dicontoh dan diwujudkan dalam kehidupan saat ini, sementara kegagalan dalam sejarah harus menjadi pelajaran dan diusahakan dengan sekuat tenaga untuk tidak terulang kembali. Allah Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Artinya: “Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka."
(HR Al-Hakim).
Semoga hadirnya bulan Rabiul Akhir ini menjadi momentum untuk terus belajar dari sejarah dan memehaminya dengan benar. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang sukses dalam mengarungi kehidupan ini dengan belajar dari sejarah. Amin
Demikian khutbah Jumat perihal ketakwaan dan manfaat yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bertakwa. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْعَامًا لَنْ جَعَدَ وَ كَفَرَ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ حَبِيبُهُ وَ خَلِيلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تسْلِيما كَثِيرًا.أَمَّا بَعْدُ
، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُورِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجَمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. قال الله تعالى في القرآن الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيها اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَ على آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا عَلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَااتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَ اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
