JANGAN CEMASKAN ESOK. MILIKMU HARI INIMU
Opini dan Essay Sumber: https://web.facebook.com/husayn.muhammad
KH Husein Muhammad
8/9/20261 min read


Qubaca.com - Seorang teman datang untuk curhat. Wajahnya tampak lesu seperti menyimpan gelisah. Lalu bercerita dengan suara lirih dan tersendat-sendat tentang hari esok yang tak pasti, terutama tentang rizkinya.
Katanya : Ada sejumlah orang di rumah yang saban hari menunggunya : isteri dan anak-anaknya. Sementara aku tak lagi bekerja. Aku tak tahu bagaimana besok. Jadi aku harus bagaimana?.
Aku hanya bilang : keadaan psikologi cemas akan esok itu dialami banyak sekali orang di bumi ini, termasuk aku. Bukan hanya untuk alasan rizki, tetapi juga untuk alasan akan hilangnya kenikmatan hidup, ditinggal kekasih, pensiun, menjadi manula dan kematian.
Tetapi anugerah kenikmatan dari Tuhan tak terbatas. Lalu aku bilang : Manakala aku mengalami situasi sepertimu, aku segera ingat puisi Imam al-Syafi'i yang amat indah.
Beliau menulis :
سَهِرَت أَعيِنٌ وَنامَت عُيونُ
في أُمورٍ تَكونُ أَو لا تَكونُ
فَاِدرَأِ الهَمَّ ما اِستَطَعتَ عَن النَفـ
ـسِ فَحِملانُكَ الهُمومَ جُنونُ
إِنَّ رَبّاً كَفاكَ بِالأَمسِ ماكا
نَ سَيَكفيكَ في غَدٍ ما يَكونُ
Saat berpasang mata telah larut dalam mimpi, matamu terus terjaga
Mencemaskan apa yang sedang, akan atau tak terjadi
Palingkan hatimu sekuat kau bisa dari cemas yang menyergap dan mengguncang jiwamu
(Ingat) Kemarin Tuhan mencukupimu
dengan apa yang sudah diberikan-Nya
(Yakinlah) Dia niscaya akan menjamin untuk esokmu apa yang akan diberikan-Nya esok.
Lalu ada pula kata-kata ini :
اذا لم تعرف عنوان رزقك فلا تخف. لأن رزقك يعرف عنوانك. فإذا لم تصل إليه. فهو حتما سيصل إليك متى شاء.
Jika engkau tidak tau dimana alamat rizkimu, janganlah kawatir berlebihan, karena rizkimu tahu dimana alamatmu. Jika engkau tidak sampai kepadanya, percayalah dia akan sampai kepadamu.
Allah berfirman :
ومن يتق الله يجعل له مخرجا * ويرزقه من حيث لا يحتسب
Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.s. al Thalaq, 2-3).
Menjelang pamit pulang, kembali ke rumah, aku mengatakan : Jangan pikirkan esok. Hari esok punya jalannya sendiri, milikmu adalah hari inimu. energi kita lebih baik dipakai untuk berbuat yang terbaik sekarang.
Dan kita semua akan pulang ke tempat asal kita, sendiri-sendiri. Tak ada yang akan kita bawa, kecuali hasil aktivitas hati, pikiran dan tindakan kita. Teruslah melangkah dan jangan berhenti. Lalu dia memeluk, menggenggam tanganku kuat-kuat dan tersenyum. 08.08.26. (*)
Qubaca.com
Baca Lebih Banyak, Pahami Lebih Dalam.
Beranda-Artikel-Tentang Kami-Kontak
Redaksi
redaksi@qubaca.com
Jakarta, Indonesia
© 2026 qubaca.com-Kanal berita dan artikel terpercaya Anda.
Literasi Tanpa Batas
