Ilmu Balaghoh Menyenangkan
Udan Deres
9/6/20262 min read


QUBACA.COM - Ilmu Balaghoh sebenarnya sangat mudah dan menyenangkan. Seringkali, banyak orang yang merasa terintimidasi terlebih dahulu ketika mendengar istilah-istilah dalam tata bahasa Arab, seolah-olah pembahasannya selalu rumit bin njelimet.
Padahal, jika diselami lebih dalam, Ilmu Balaghoh ibarat seni merangkai kata yang penuh cita rasa. Mempelajarinya sama dengan mempelajari bagaimana cara kita berkomunikasi secara efektif, elegan, dan tepat sasaran.
Secara garis besar, Ilmu Balaghoh terbagi menjadi 3 macam pembahasan utama: Ilmu Ma'ani, Ilmu Bayan, dan Ilmu Badi'. Ilmu Badi' itu sendiri sebenarnya adalah tambahan pembahasan yang sangat menarik karena isinya khusus mengupas penambahan keindahan (estetika) ungkapan yang ingin dilontarkan atau diucapkan, baik keindahan secara lafaz (kata) maupun maknanya.
Mari kita bedah sedikit tentang Ilmu Ma'ani. Ilmu Ma'ani sendiri sebenarnya hanya fokus pada bentuk ungkapan yang akan diucapkan atau dibaca. Bentuk kalimat ini bisa jadi berupa bentuk khobariyah (kalimat berita/pernyataan yang bisa dinilai benar atau bohong) atau bisa jadi juga bentuk insyaiyah (ungkapan yang tidak bisa dinilai benar atau bohong karena berisi sebuah tuntutan atau emosi pembicara). Dua bentuk dasar ini bisa jadi berbentuk mujab (positif/kalimat afirmatif) atau salb (negatif/kalimat sangkalan).
Lebih seru lagi, bentuk khobariyah atau insyaiyah ini bisa diaplikasikan dalam susunan fi'liyah (kalimat verbal) atau ismiyah (kalimat nominal). Kalau menggunakan fi'liyah, ungkapan tersebut akan membuahkan pemahaman pada satu arah tertentu, yakni menunjukkan adanya sebuah proses, tindakan, atau kejadian yang terus diperbarui (tajaddud). Sedangkan kalau menggunakan ismiyah, maknanya akan tertuju pada arah yang lainnya lagi, yaitu menunjukkan ketetapan, kepastian, dan sesuatu yang permanen (tsubut).
Apabila kita menggunakan bentuk insyaiyah, ada kalanya ia berbentuk tholaby (mengandung sebuah tuntutan atau permintaan), dan ada kalanya ghoiru tholaby (tidak mengandung tuntutan). Kalau tholaby, ada kalanya ia berbentuk amr (perintah), nahi (larangan), istifham (pertanyaan), tamanny (harapan atau angan-angan yang sulit terwujud), atau nida` (panggilan/seruan). Setiap bentuk ini memiliki nuansa psikologis tersendiri bagi pendengarnya.
Dalam merangkai kata, ungkapan khobariyah atau insyaiyah ada kalanya bermodel dzikir (disebutkan kata-katanya secara lengkap) atau hadzf (ada bagian kalimat yang dibuang atau disembunyikan untuk memancing kecerdasan pendengar).
Ada kalanya menggunakan metode taqdim (didahulukan) atau ta'khir (diakhirkan posisinya) demi memberikan efek penegasan. Selain itu, ada kalanya menggunakan washl (disambung dengan kata penghubung) atau fashl (dipisah tanpa kata penghubung).
Dari segi panjang pendeknya kalimat, khobariyah atau insyaiyah ada kalanya berupa ijaz (ringkas namun padat makna), ithnab (dijelaskan secara panjang lebar dan detail agar lebih jelas), atau musawah (pas dan seimbang, porsi kata sama dengan porsi maknanya).
Ungkapan tersebut juga ada kalanya ter-qoshr (dibatasi pengkhususannya) atau tidak. Kalau ter-qoshr, bisa jadi itu adalah qoshr hakiki (pembatasan mutlak yang sebenarnya) atau qoshr idhofi (pembatasan relatif jika dibandingkan dengan hal lain).
Bentuk qoshr itu sendiri adakalanya berupa qoshr sifat terhadap mausuf (objek yang disifati) atau sebaliknya. Bahkan, bisa jadi juga qoshr itu berbentuk ifrod, qolb, atau ta'yin, yang semuanya sangat bergantung pada kondisi mukhothob atau orang yang diajak bicara.
Namun, dari semua keragaman istilah tersebut, inti atau ruh dari Ilmu Balaghoh ini semua harus memperhatikan satu hal penting: apakah ungkapan itu muqtadhol hal (sesuai dengan tuntutan situasi, kondisi, dan lawan bicara) atau tidak. Berbicara dengan anak kecil tentu berbeda gaya bahasanya dengan saat berbicara di depan para tokoh.
Demikian juga pembahasan yang ada pada Ilmu Bayan (seperti perumpamaan dan kiasan) atau Ilmu Badi'. Semuanya saling melengkapi untuk membentuk komunikasi yang memukau. Jadi, buang jauh-jauh rasa takut terhadap bahasa Arab. Sebenarnya itu semua sangat logis, dekat dengan keseharian kita, mudah, & menyenangkan! (*)
Qubaca.com
Baca Lebih Banyak, Pahami Lebih Dalam.
Beranda-Artikel-Tentang Kami-Kontak
Redaksi
redaksi@qubaca.com
Jakarta, Indonesia
© 2026 qubaca.com-Kanal berita dan artikel terpercaya Anda.
Literasi Tanpa Batas
